Aku sering membayangkan betapa manisnya senyum bidadari
Penduduk surga, negeri abadi yang indah lestari
Kabarnya bermata jeli
Tubuhnya harum semerbak bunga melati
Parasnya, hmm … jelita seperti bangsawan putri
Tutur katanya lemah lembut berukir seni
Mengugah jiwa yang sedang sunyi sendiri
Tersipu senyum malu selalu menaati
Membuat rona muka merah berseri
Tapi kecintaan mereka hanya pada perwira yang gagah berani
Yang menjual nyawa tak takut mati
Yaitu orang-orang yang selalu berbakti
Pada Ilahi, Rabb Yang Maha Tinggi
Wahai Rabb-ku
Diriku cuma seperti ini
Adakah untukku seorang bidadari di serambi hati ?
Kuingin ria dengannya setiap hari
Di tengah gemericik air taman nan asri
Berjalan bersama sambil gandengan
Menyusur pantai berpasir kesturi
Biar basah-basahan
Nanti sebentar pasti kering lagi
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari bermata jeli” (QS. Al Waqi’ah : 22-23)